jatimekspose.com, Sumenep – Aktivis Sumenep Farid Gaki, angkat suara terkait proses seleksi anggota Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep yang digelar Komisi 1 DPRD Sumenep. Ia menilai hasil seleksi yang kini sudah tersebar di media tidak mencerminkan semangat keterbukaan.
“Kalau hasilnya lahir dari proses yang penuh tanda tanya, Bupati sebaiknya tidak buru-buru melantik,” tegas Farid, Minggu (17/8/2025).
Menurutnya, seleksi KI seharusnya menghasilkan figur independen yang berkomitmen pada transparansi publik, bukan sekadar “titipan” politik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“KI itu wasit keterbukaan, kalau sejak awal dipenuhi kompromi politik, bagaimana masyarakat bisa percaya?” lanjutnya.
Farid juga mengingatkan bahwa KI dibentuk berdasarkan UU 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Lembaga ini punya mandat strategis: memastikan hak warga atas informasi berjalan, bukan malah menjadi perpanjangan tangan elit.
“KI jangan sampai nasibnya sama seperti lembaga formal lain yang kehilangan daya karena proses seleksinya kental aroma politik,” sindirnya.
Ia pun mendesak Bupati Sumenep untuk bersikap tegas. “Bupati punya kewenangan terakhir untuk melantik. Kalau hasil seleksi DPRD cacat legitimasi, hentikan dulu. Jangan dikukuhkan. Lebih baik dievaluasi daripada nanti jadi beban,” pungkas Farid.