jatimekapose.com, Sumenep – Proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sumenep menjadi terus menjadi atensi banyak pihak, Sabtu (7/2/2026).
Ketua Gerakan Aktivis Kabupaten Sumenep (Gaki), Farid, mengingatkan agar Kodim 0827 Sumenep tetap menjaga independensi dan profesionalisme dalam menentukan portal titik serta penunjukan mitra pelaksana di setiap desa.
Menurut Farid, KDMP merupakan program nasional strategis yang bertujuan mendorong pemberdayaan, penguatan, dan kemandirian ekonomi desa. Program ini dinilai sangat vital dalam menopang sirkulasi ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program pembangunan Koprasi Desa Merah Putih bertujuan untuk pemberdayaan, penguatan, dan kemandirian ekonomi desa. Jelas ini sangat menunjang terhadap ekonomi rakyat di setiap desa di seluruh Indonesia, maka dari itu harus didukung penuh oleh semua pihak,” ujarnya.
Dalam konteks pelaksanaan di Sumenep, Farid mengajak masyarakat untuk ikut terlibat aktif mengawasi jalannya pembangunan KDMP agar sesuai ketentuan.
“Saya sebagai Ketua Gaki, mengajak kepada seluruh masyarakat Sumenep untuk ikut berperan aktif mengawasi proses pembangunan koperasi merah putih di setiap desa se-Kabupaten Sumenep,” kata Farid.
Ia menegaskan, kualitas pembangunan harus benar-benar dijaga, mengingat anggaran yang digunakan bersumber dari APBN.
“Selain anggaranya menggunakan uang rakyat melalui APBN, agar mutu/kualitas pembangunannya benar-benar sesuai dengan spesifikasi/RAB yang sudah disepakati oleh pihak Kodim sebagai KPA/Kuasa Pengguna Anggaran dengan pihak mitra/pelaksana pembangunan di setiap desa,” terangnya.
Lebih lanjut, Farid menekankan pentingnya menjaga independensi Kodim dalam proses verifikasi, penentuan portal titik, serta penunjukan mitra dan mandor di tiap desa.
“Selain itu, Kodim dalam hal ini, bapak Dandim, jangan mau diintervensi oleh pihak manapun dalam pengaturan portal titik dan penunjukan mitra/mandor di setiap desa se-Kabupaten Sumenep, karena Kodim/bapak Dandim punya otoritas penuh,” pungkasnya.
Berdasarkan data sementara, hingga kini tercatat 117 unit KDMP tengah dibangun di Kabupaten Sumenep dari total target 330 desa dan 4 kelurahan. Setiap unit dialokasikan anggaran Rp1,54 miliar, dengan fokus tahap awal pada pembangunan gedung utama.
















