jatimekspose.com, Sumenep – Proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan publik. Kekhawatiran akan adanya intervensi pihak tertentu, serta adanya rumor soal “calon titipan”, Sabtu (14/2/2026).
Menanggapi hal ini, Ketua Gugus Anti Korupsi Indonesia (GAKI), Ahmad Farid Azzyadi, menekankan pentingnya seleksi yang transparan dan sesuai regulasi.
“Saya berharap seleksi sekda Sumenep kali ini benar-benar bebas dari intervensi pihak manapun. Serta proses seleksinya ini betul-betul sesuai dengan regulasi/aturan yang berlaku,” ujar Farid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Farid menambahkan, bahwa meski penentuan Sekda adalah hak prerogratif Bupati Sumenep, figur yang terpilih seharusnya adalah sosok terbaik yang sejalan dengan visi bupati.
“Bagaimana pun, penentuan Sekda adalah hak prerogratif Bupati Sumenep. Serta siapa pun yang terpilih nanti pasti adalah figur terbaik, dan sejalan dengan visi bupati,” terangnya.
Kekhawatiran soal adanya “titipan” pun sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan pejabat dan warga.
Sejumlah warga berharap proses seleksi berjalan jujur dan adil, sehingga birokrasi di Kabupaten Sumenep tetap kredibel.
Menanggapi hal itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa seleksi Sekda berlangsung objektif tanpa adanya titipan. Fauzi menepis isu terkait calon “titipan” yang ramai dibicarakan.
“Seleksi sekda saja tidak ada titipan. Yang dibuat ramai-ramai katanya mau jadi sekda juga tidak,” ujar Fauzi saat menanggapi pertanyaan wartawan seusai pelantikan pengurus PBVSI Kabupaten Sumenep masa bakti 2025–2029 di Pendopo Agung Sumenep, Jumat (13/2/2026).
















