jatimekspose.com, Sumenep – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo saat ini mulai proaktif mengawasi pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis), Kamis (05/03/2026).
Hal ini dilakukan karena dalam pelaksanaannya diduga masih banyak yang tidak sesuai aturan, terutama dalam penyajian menu. Bahkan ditemukan menu yang diduga berulat, busuk, dan terdapat belatung.
Bupati Sumenep bahkan mengultimatum akan mengeluarkan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menutup SPPG/MBG yang diduga berulang kali melakukan kesalahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua GAKI (Gugus Anti Korupsi Indonesia), Ach Farid Azziyadi, mendukung penuh langkah tegas Bupati Sumenep dalam rangka menyukseskan program pemerintah pusat yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan Ketua GAKI siap membantu Bupati Sumenep dalam menyuplai data-data dugaan SPPG/MBG yang menyajikan menu tidak sesuai dengan standar pemenuhan gizi nasional.
“Saya sangat mengapresiasi langkah tegas Bapak Bupati Sumenep yang proaktif mengawasi program MBG di Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
Sekadar informasi, Ketua GAKI akan melaporkan beberapa SPPG/MBG di sejumlah kecamatan kepada Badan Gizi Nasional (BGN), di antaranya:
Kecamatan Guluk-Guluk
Kecamatan Ganding
Kecamatan Lenteng
Kecamatan Rubaru
Kecamatan Kota
Kecamatan Saronggi
Kecamatan Pragaan
Kecamatan Dungkek
Kecamatan Kalianget
Kecamatan Batuan
Kecamatan Ambunten
Kecamatan Manding
Kecamatan Dasuk
Kecamatan Batuputih
Kecamatan Batang-Batang
Kecamatan Pasongsongan
Kecamatan Talango
Kecamatan Bluto
Dari 16 kecamatan tersebut, akan diambil sampling maksimal dua SPPG/MBG yang diduga berulang kali menyajikan menu yang tidak sesuai aturan, termasuk dugaan korupsi, pengurangan jatah menu, dan pelanggaran lainnya.
















