jatimekspose.com, Sumenep – Pembelian tembakau di gudang HM milik H. Mukmin, Desa Ganding, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, sudah berjalan dua tahun tanpa sistem potongan “poster” sebesar tiga kilo tiap bal. Kebijakan ini disambut baik dan membuat para petani serta bandul merasa bahagia.
Hasil pantauan langsung Jatim Ekspose di lapangan menunjukkan, antusiasme petani dan bandul cukup luar biasa dalam menyambut serta mendukung kebijakan tersebut. Mereka bahkan berharap gudang HM terus melakukan pembelian tembakau hingga akhir tahun. Para petani menilai langkah H. Mukmin sudah sesuai harapan, karena selain tanpa potongan poster, harga yang ditawarkan juga dianggap sesuai. Harga tembakau di gudang HM berkisar antara Rp45 ribu hingga Rp72 ribu per kilogram, tergantung kualitas.
Secara terpisah, H. Mukmin menegaskan komitmennya untuk membeli tembakau dari petani dan bandul dengan harga yang pro-petani, dengan catatan kualitas harus tetap dijaga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Artinya tembakaunya tidak dipanen muda dan kering dalam satu hari, dan saya menghimbau kepada semua petani tembakau di Kabupaten Sumenep untuk banyak berdoa agar cuaca tetap cerah, agar kualitas tembakau petani bagus dan harganya pun pro petani,” ujar H. Mukmin.
Ia juga menambahkan, agar petani bisa menjual tembakau dengan harga relatif tinggi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
“Jika petani ingin jual tembakau dengan harga relatif mahal, pertama, jangan dipanen muda, dan jangan terlalu banyak gula. Intinya kualitas tetap dijaga agar harga relatif mahal,” tambahnya.
Sebagai informasi, pembelian tembakau di gudang HM atau H. Mukmin—yang juga menjabat Ketua P4TM Kabupaten Sumenep—bekerja sama dengan livestreaming Dani Wardana Official.