jatimekspose.com, Bangkalan – Perubahan wajah Pantai Pasir Putih Tlangoh tidak lepas dari peran para warga yang memilih menjaga alam dan membangun kampung halamannya.
Mereka bukan tokoh besar, namun kontribusinya menjadikan Tlangoh bangkit dari ancaman abrasi dan krisis ekonomi.
Salah satu penggerak utama adalah Kepala Desa Tlangoh, Kudrotul Hidayat, yang konsisten membangun kesadaran masyarakat agar peduli terhadap lingkungan pesisir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di bawah kepemimpinannya, terbentuk Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) Tlangoh.
“Penetapan status pantai sebagai destinasi wisata ini mendorong terbentuknya lapangan pekerjaan baru,” kata Hidayat.
Pokdarwis menjadi penghubung antara program konservasi hexa reef yang digagas PHE WMO dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dari sinilah muncul ekosistem usaha baru yang melibatkan nelayan, UMKM, hingga penyedia jasa wisata.
Saat ini, sedikitnya 40 UMKM aktif beroperasi di kawasan Pantai Pasir Putih Tlangoh. Mereka menjual makanan, minuman, oleh-oleh, jasa parkir, dan layanan wisata lainnya.
Menariknya, peluang ekonomi di desa sendiri membuat sejumlah mantan pekerja migran Indonesia memilih pulang kampung. Tujuh anggota Pokdarwis Tlangoh tercatat merupakan mantan pekerja migran yang kini menggantungkan hidup dari sektor wisata lokal.
General Manajer Zona 11 PHE WMO, Zulfikar Akbar, menegaskan keberhasilan program ini bertumpu pada partisipasi warga.
“Tanpa dukungan masyarakat, program ini tidak akan berhasil. Buat kami, mereka semua adalah hero tanpa jubah dan topeng dari Tlangoh,” katanya.
Di Tlangoh, kepahlawanan tak hadir dalam bentuk simbol, melainkan dalam ikhtiar menjaga laut, membangun wisata, dan menghidupkan masa depan desa.
















